PYRONEX| Sistem Pengolahan Sampah Terpadu

PRODUK / GENERASI II

Pyronex II.
Sistem hingga 1 ton/jam.

Pyronex II adalah sistem pengolahan sampah organik terpadu: material diterima, dipilah, dicacah, dikurangi air bebasnya, lalu diarahkan ke pirolisis tertutup atau jalur fraksi kering. Kapasitas nominal sistem hingga 1 ton/jam; laju aktual bergantung pada karakter umpan dan konfigurasi fasilitas.

01 / BENTUK PRODUK

Peralatan dalam
satu alur.

Reaktor menjadi bagian inti. Peralatan lain menerima dan menyiapkan material, menangani uap, serta mengelola cairan dan keluaran.

Ilustrasi berasal dari materi produk Lestari Bumi Sembada. Bentuk dan tata letak unit lapangan dapat berbeda.

Ilustrasi rangkaian mesin Pyronex II yang menunjukkan reaktor, hopper, dan wet scrubber
PYRONEX II / ILUSTRASI KONFIGURASI

02 / CAKUPAN SISTEM

Komponen
dalam konfigurasi.

Daftar ini mengikuti materi produk. Detail rekayasa dan kebutuhan lokasi dibahas tersendiri.

01

Penerimaan & pemilahan

Conveyor, pemisah magnet, dan screening memeriksa serta memisahkan material sesuai alur proses.

02

Persiapan material

Shredder dan squeeze menyiapkan fraksi yang akan masuk reaktor. Cairan dari tahap ini perlu dialirkan ke pengolahan yang sesuai.

03

Reaktor & kondensasi

Reaktor memanaskan material pada kondisi oksigen terbatas. Uap proses kemudian dialirkan ke kondensor.

04

Pengendalian emisi

Materi produk menyebut wet scrubber. Kinerja emisi perlu diuji pada konfigurasi dan kondisi operasi yang digunakan.

05

Penanganan keluaran

Biochar, material pulihan, cairan, dan residu perlu diperiksa sebelum dipakai atau ditangani.

03 / PILIHAN KAPASITAS

Pilihan kapasitas
perlu diuji di lokasi.

Kapasitas nominal sistem Pyronex II hingga 1 ton/jam. Materi konfigurasi juga mencantumkan pilihan 1, 2, 4, dan 8 ton/hari dengan acuan operasi delapan jam. Angka rencana tersebut tidak menjamin laju olah untuk semua jenis sampah.

KAPASITAS RENCANA

4 ton per hari

Acuan jam kerja
8 jam/hari
Perkiraan area unit
5 × 10 m
Pengendalian emisi
Wet scrubber
Bahas pilihan ini

Pilihan 4 ton/hari dipilih.

Perkiraan laju rata-rata

Hitung sampah masuk per jam berdasarkan volume harian dan jam operasi. Perkiraan ini membantu pembahasan awal.

Masukkan volume sampah harian untuk melihat perkiraan awal.

Hasil hitung ini merujuk pada sampah masuk, bukan laju umpan reaktor. Penentuan kapasitas memerlukan karakterisasi tiap fraksi dan survei lokasi.

Rujukan materi konfigurasi produk Pyronex, April 2026. Pilihan ton/hari merupakan angka perencanaan dalam materi, bukan hasil pengukuran kinerja. Sampah masuk, fraksi organik terpilah, umpan terkondisi, dan umpan reaktor merupakan aliran material yang berbeda. Perkiraan area mesin belum mencakup fasilitas, penyimpanan, akses kerja, utilitas, atau jarak aman.

04 / SEBELUM MEMILIH UNIT

Apakah unitnya
sesuai lokasi?

Angka kapasitas di brosur belum cukup untuk menentukan kecocokan sistem di suatu lokasi.

  • Karakter umpanVolume, jenis material, kadar air, kontaminan, dan konsistensi pasokan.
  • Lokasi & utilitasLahan, daya, akses kendaraan, penyimpanan, air, dan pengelolaan cairan.
  • OperasiOperator, SOP, keselamatan kerja, perawatan, dan jam tersedia.
  • KeluaranMutu biochar, kebutuhan penerima, jalur pemulihan material, dan penanganan residu.

Pyronex I di Nitikan dan Tambakboyo adalah contoh penerapan generasi I. Keduanya tidak menjadi bukti kinerja Pyronex II.

05 / CARA MEMERIKSA

Sistem ini
dibaca sebagai alur.

Pyronex II bukan tungku pirolisis tunggal. Penerimaan, pemisahan, persiapan fraksi, reaktor tertutup, penanganan gas, dan keluaran merupakan satu rangkaian yang perlu dibahas bersama.

Halaman teknologi menjelaskan alur proses. Halaman hasil uji memisahkan bukti emisi dan analisis biochar. Catatan Nitikan dan Tambakboyo merujuk pada Pyronex I sebagai pengalaman pengembangan, bukan bukti operasi Pyronex II.

Baca teknologi pirolisis

Buka hasil uji laboratorium

PERTANYAAN PRODUK

Kapasitas dan
kecocokan lokasi.

Ringkasan sebelum pembahasan teknis.

Berapa kapasitas mesin pirolisis Pyronex II?

Kapasitas nominal sistem hingga 1 ton/jam, bergantung pada karakteristik umpan dan konfigurasi fasilitas. Dokumen konfigurasi juga mencantumkan pilihan 1, 2, 4, dan 8 ton per hari dengan acuan operasi delapan jam. Sampah masuk, fraksi organik, material setelah pengondisian, dan umpan reaktor perlu dihitung terpisah.

Apakah Pyronex II sudah beroperasi di Nitikan dan Tambakboyo?

Informasi penerapan pada website ini merujuk pada Pyronex I. Pyronex II dibahas sebagai konfigurasi produk yang berbeda.

Apakah sampah harus dipilah?

Persiapan material bergantung pada komposisi dan konfigurasi lokasi. Penerapan di Nitikan menggunakan fraksi organik yang telah dipilah, sedangkan catatan Tambakboyo merujuk pada residu campuran. Keduanya merupakan contoh Pyronex I, bukan aturan untuk semua sistem.

PEMBAHASAN TEKNIS

Bahas kebutuhan
teknis.

Kirim lokasi, perkiraan volume harian, jenis sampah, dan waktu operasi yang dibutuhkan untuk pembahasan awal.

Hubungi tim Pyronex Baca cara kerja sistem